Jakarta, 20 November 2025 — Relawan Gibranku menunjukkan dukungan penuh dengan berpartisipasi aktif dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sipi (Sentra Industri Pipa) Jakarta. Kegiatan ini membuktikan komitmen organisasi relawan dalam mendampingi setiap langkah Wapres Gibran dalam menjaga momentum kerjasama dengan sektor industri dan kecil menengah nasional.
Partisipasi Aktif di Lapangan Dalam kesempatan tersebut, para relawan Gibranku hadir dengan seragam identitas organisasi berwarna hitam lengkap dengan logo Gibranku yang khas, menunjukkan solidaritas dan koordinasi yang rapi dalam mendukung agenda kunjungan kerja Wapres. Para relawan berdiri berdampingan dengan Wakil Presiden, mencerminkan hubungan erat antara organisasi rakyat pendukung dengan institusi pemerintahan.
Pentingnya Kandungan Lokal dalam Produk Industri Dalam kunjungan kerjanya, Wapres Gibran menekankan bahwa semakin besar kandungan lokal dalam setiap produk yang diproduksi di Indonesia, maka semakin kuat pula industri nasional secara keseluruhan. Pesan ini relevan dengan pencapaian sektor manufaktur Indonesia, khususnya industri nonmigas yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Fokus pada Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan Selain menekankan kandungan lokal, Wapres juga mendorong para pelaku industri untuk tidak hanya fokus pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga harus memastikan proses produksi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan yang semakin menjadi prioritas dalam industri manufaktur modern.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui SMK Salah satu aspek penting yang disoroti Wapres adalah peningkatan keterlibatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di lingkungan industri melalui program magang dan praktik kerja lapangan (PKL). Langkah ini dirancang untuk memperkuat kompetensi serta meningkatkan daya saing lulusan SMK dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Menurut praktisi industri yang terlibat dalam kunjungan ini, program magang dan PKL memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Program ini terbukti efektif dalam mempersiapkan generasi muda untuk langsung produktif ketika memasuki sektor industri.
Penerapan TKDN sebagai Strategi Penguatan Industri Wapres juga mencermati dinamika penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di berbagai fasilitas manufaktur yang dikunjunginya. TKDN bervariasi tergantung pada jenis produk yang diproduksi, namun para pelaku industri menegaskan bahwa penerapan TKDN selalu menjadi bagian integral dari setiap proses produksi mereka sebagai bentuk komitmen terhadap kemandirian ekonomi nasional.






